Industri Refraktori Lesu, IPO BATR Buat Investor Untung atau Buntung?

Ilustrasi Refraktori

Emiten di sektor barang baku akan kedatangan penghuni baru, PT Benteng Apo Technic Tbk (BATR) akan melakukan Intial Public Offering (IPO) dan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Harga penawaran berada di Rp100 hingga Rp115 per lembar saham. Penawaran umum dilaksanakan pada 3 hingga 6 Juni 2024. Penjatahan efek dilakukan 6 Juni 2024 dan pendistribusian saham akan dilaksanakan pada 7 Juni 2024. Perseroan akan listing pada 10 Juni 2024.

Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 6,2 juta lot atau dana IPO yang diraih berkisar Rp62 miliar hingga Rp71,3 miliar. Market cap setara dengan Rp302,5 miliar hingga Rp347,9 miliar.

Penjamin emisi IPO BATR adalah KGI Sekuritas Indonesia. IPO BATR tercatat dalam papan pengembangan. Menariknya IPO BATR juga menawarkan waran secara cuma-cuma dengan rasio 1:1, dimana setiap pembelian satu saham BATR akan mendapatkan satu waran gratis.

Penggunaan Dana IPO

a) 36,93% akan digunakan Perseroan untuk pembelian tanah dan bangunan dari pihak terafiliasi.
b) 9,56% akan digunakan Perseroan untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.
c) 5,42% akan digunakan Perseroan untuk pembelian peralatan laboratorium.
d) 6,54% akan digunakan Perseroan untuk pembelian mesin produksi.
e) Sisanya 41,55% akan digunakan sebagai Operational Expenditure (OPEX) berupa persediaan barang jadi dan bahan baku.

Bisnis

Perusahaan telah berdiri sejak 1997, PT Benteng Api Technic Tbk atau juga disebut BAT REFRACTORIES.

Bisnis utama perusahaan kini meliputi :
– Produsen bata tahan api (Fire Brick), semen tahan api dan Monolithic Refractory yang meliputi Castable Refractory, Plastic Refractory, Refractory Mortar dan lain-lain.
– Engineering Refractory dan Furnace.
– Aplikator dan Kontraktor di bidang Refractory dan Insulation.

Produk Refractory perusahaan guna memenuhi kebutuhan konsumen pada berbagai industri, seperti Industri Besi dan Baja, Industri Peleburan Alumunium dan Tembaga, Industri Petrokimia dan Pupuk, Industri Minyak dan Gas, Industri Pembangkit Listrik, Industri Semen dan Kapur, Industri Pengolahan Kertas, dan lain-lain.

Kinerja Keuangan

BATRFoto: BATR

Kinerja keuangan per 30 November 2023 perusahaan turun, terlihat dari penurunan laba bersih berjalan sebesar 9,60% menjadi Rp9,32 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,31 miliar.

Penurunan laba bersih berjalan perusahaan justru bukan berasal dari turunnya penjualan atau pendapatan. Perusahaan justru mencatatkan peningkatan pendapatan per 30 November 2023 sebesar 4,30% menjadi Rp123,18 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp118,1 miliar.

Margin perusahaan juga tercatat naik per November 2023 menjadi 29,43%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 24,29%.

Turunnya laba bersih berjalan perusahaan justru didorong dari kenaikan pada beban penjualan dan pemasaran serta beban administrasi umum. Selain itu juga terjadi kenaikan pada beban keuangan meskipun tidak begitu signifikan. Namun, kenaikan beban-beban tersebut menggerus laba bersih perusahaan, sehingga perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih.

Selain itu, para calon investor juga dapat melihat rincian pendapatan perusahaan.

Kontribusi pendapatan perseroan berasal dari segmen konstruksi sebesar 60%, sisanya 40% berasal dari perdagangan.

Kemudian dalam transaksi tersebut terdapat eliminasi pendapatan sebesar Rp464,54 juta. Hal ini dimaksud bahwa adanya penghapusan nilai antara transaksi afiliasi perusahaan.

Rasio Keuangan

Perusahaan menawarkan harga saham yang dapat dikatakan mahal alias overvalued dengan PBV dua kali.

Secara rasio keuangan, perusahaan mencatatkan Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) cukup baik.

Dalam mengelola modal terhadap laba bersih dan aset juga cukup baik, yang dapat dilihat dari Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA).

Hutang perusahaan juga kecil, terlihat dari Debt to Equity Ratio (DER) dibawah 100%. Hal ini berarti total modal perusahaan jauh lebih besar dibandingkan total hutangnya. Pada 30 November 2023 total modal perusahaan tercatat sebesar Rp71,29 juta, sementara total hutang perusahaan sebesar Rp41,43 juta. Sehingga dalam membayar kewajiban terhadap modalnya dapat dikatakan sehat.

Likuiditas perusahaan juga cukup besar, dapat terlihat dari Current Ratio (CR) diatas 100%. Sehingga dalam membayar kewajiban lancar terhadap aset lancar cukup baik.

Track Record Pergerakan Saham IPO KGI Sekuritas Indonesia

Secara track record, pergerakan saham-saham IPO dibawah naungan KGI Sekuritas Indonesia bergerak variatif. Namun, saham-saham papan pengembangan dominan bergerak positif. Hal ini tidak menutup kemungkinan IPO BATR dapat bergerak positif.

Prospek Bisnis

6WresearchFoto: 6Wresearch

Berdasarkan tren Herfindahl-Hirschman Index (HHI) negara pengekspor, pada tahun 2022 pasar refraktori Indonesia mengalami penurunan yang cukup besar dibandingkan dengan HHI sebesar 3792 pada tahun 2017.

Pasar sedang bergerak ke arah persaingan yang moderat. Herfindahl-Hirschman Index (HHI) mengukur daya saing negara pengekspor. Kisarannya berkisar antara 0 hingga 10.000, dengan angka indeks yang lebih rendah mewakili jumlah pemain atau negara pengekspor yang lebih besar di pasar, sedangkan angka indeks yang besar berarti jumlah pemain atau negara pengekspor yang lebih sedikit di pasar.

6WresearchFoto: 6Wresearch

Bagi eksportir refraktori Indonesia, Amerika tampaknya menjadi pasar yang paling menarik (pada tahun 2028) dalam hal potensi ekspor, diikuti oleh Vietnam, Swiss, Arab Saudi, dan Malaysia. Namun, dalam hal total permintaan impor di seluruh negara, India menempati posisi teratas. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan permintaan impor secara keseluruhan, India memimpin permintaan impor namun dengan mempertimbangkan Indonesia sebagai mitra, AS mempunyai potensi permintaan yang belum terpenuhi dibandingkan negara lain pada tahun 2028.

Pasar refraktori Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR sebesar 4,7% dari tahun 2020 hingga 2026. Pasar ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan produk refraktori di berbagai industri seperti manufaktur baja, petrokimia, semen dan kaca. Tumbuhnya industrialisasi, urbanisasi, dan meningkatnya aktivitas infrastruktur semakin mendukung pertumbuhan pasar di wilayah ini. Selain itu, pemain-pemain besar yang beroperasi di industri ini berfokus pada peningkatan kapasitas produksi mereka untuk memenuhi meningkatnya permintaan bahan tahan api di seluruh negeri sehingga menghasilkan investasi yang signifikan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan, sehingga memberikan dorongan terhadap lintasan pertumbuhan pasar selama periode perkiraan.

kadobet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*